Kumpulan Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi (Bagian 4)

Kumpulan Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi (Bagian 4)

Jalaluddin Rumi (1207-1273) adalah salah seorang pujangga terbesar dari Persia. Rumi adalah seorang penyair sufi yang terkenal dengan syair – syairnya yang bertemakan tentang cinta. Syair dan puisi dari Rumi memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan penyair lainnya, dimana fokus syair yang ditulisnya adalah keterkaitan antara cinta dengan ketuhanan.

Kendati telah berusia hampir ribuan tahun namun puisi dan syair rumi tak lekang dimakan waktu. Karya dan tulisan Rumi sendiri konon disebut merupakan revolusi terhadap ilmu Kalam yang mengandung konotasi pengkritikan terhadap filsafat-filsafat yang melampai batas serta mengkultuskan rasio.

Banyak yang membandingkan syair dan puisi cinta dari Jalaluddin Rumi dengan Kahlil Gibran. Keduanya merupakan pujangga cinta, perbedaannya adalah karya-karya dari Rumi banyak memasukkan unsur religi dan ketuhanan sementara Gibran lebih menggunakan perumpamaan terhadap fenomena alam dan sekitarnya.

Situs Kata-kata Mutiara akan menuliskan Kumpulan Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi secara terpisah kedalam beberapa bagian. Selamat mengikuti! :-)

Kumpulan Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi (Bagian 4)

Jalaluddin Rumi Puisi

“Jiwaku adalah sebuah perapian yang mereka gembira dengan api. Juga cinta, adalah sebuah perapian dan ego bahan bakarnya”

“Bagaimana kau akan mengenal sahabatmu yang sejati? Sakit bagi mereka sama berharganya dengan hidup. Seorang sahabat seperti emas. Penderitaan seperti api. Emas murni bergembira dalam api”

“Sedikit demi sedikit Allah menghilangkan keindahan manusia: sedikit demi sedikit pohon – pohon muda menjadi layu. Pergilah, bacalah Barang siapa kami beri umur panjang, Kami juga membuat mereka menyusut.
Carilah kehidupan rohani; Jangan tempatkan hatimu di atas tulang – tulang”

“Adakah sebuah jendela dari hati ke hati? Betapapun akhirnya, syaikh melihat segala pikiranmu seolah melalui jendela”

“Bagi mereka yang mencintai Allah, darah lebih baik daripada air. Kesalahan seorang kekasih lebih baik daripada seratus tindakan baik oleh siapapun”

“Keindahan hati adalah keindahan abadi; sudut – sudutnya memberi minum dari air kehidupan. Sungguh itulah air; yang bila dituangkan dan orang minum – ketiganya menjadi satu ketika jimatmu hancur: Keesaan tak dapat ditangkap dengan pemikiran”

“Dengan limpahan pertama yang menetes ke bumi, Adam menerima roh, Dan ketika Tuhan limpahkan setetes dari atas langit, lahirlah Jibril. Tuhan yang memilih orang – orang untuk menjadi penyebar Cinta. Baru kemudian Tuhan melimpahkannya pada semua orang”

“Allah tidak memerlukan nabi – nabi, tapi dengan keagungan dan karunia membuat Keindahan sinar-Nya memancar. Dari sinar itu Adam menerima ilmu tentang Tuhan. Dari pancaran cahaya itu Ibrahim menghadapi api tanpa merasa takut”

“Apakah yang sebenarnya kau miliki, dan apa yang telah kau peroleh? Mutiara – mutiara apa yang kauangkat dari dasar laut? Pada saat kematian, semua indra badani akan lenyap; Adakah sinar rohani yang akan mendampingi hatimu? Jika debu sudah menutupi mata ini dalam kubur, adakah kuburanmu masih akan terang bersinar?”

“Ketahuilah bahwa bentuk bentuk lahir akan sirna, tapi dunia nyata tetap ada selamanya. Berapa lama kau akan hanyut dalam bentu kendi? Tinggalkanlah kendi itu; carilah airnya!”

“Hati memakan makanan khusus dari setiap sahabat. Hati menerima gizi khusus dari setiap satu bentuk ilmu”

“Makin besar seseorang mencintai suara air yang tak tampak, akan makin banyak dia mencabut batu bata dari dinding untuk dilemparkan ke dalam sungai yang tak terlihat, karena mabuk oleh suara itu bagi orang yang tanpa cinta terdengar hanya seperti suara mendebur”

“Angkatlah kampakmu dan hantamkan seperti Ali di gerbang Khaibar. Atau rangkaikan duri – duri ini dengan mawar, bawalah apimu kepada cahaya Allah supaya apimu lenyap dalam cahaya-Nya dan semua duri menjadi mawar”

“Orang beriman adalah  sumber kasih sayang; rohani orang saleh yang jernih adalah air kehidupan”

“Mata yang jeli adalah seekor kuda; cahaya Tuhan adalah penunggangnya; tanpa ada penunggang kuda tak berguna. Cahaya Allah memacu mata jasmani. Jiwa merindukan Allah. Cahaya Allah memperkuat indra. Inilah arti Cahaya di atas Cahaya

“Patahkan kemarahanmu, bukan anak panah; mata yang marah melihat air susu seperti darah. Sentuhlah anak panah dengan ciuman dan bawalah kepada Raja, anak panah telah berkata oleh darahmu sendiri”

“Tiada cermin kembali menjadi besi; tiada roti kembali menjadi gandum; tiada anggur masak kembali menjadi buah yang masam. Matangkan dirimu dan jagalah dari perubahan yang lebih buruk. Jadilah Cahaya”

“Agama Cinta adalah tak seperti yang lain. Bagi para kekasih, satu – satunya agama dan iman adalah Allah”

“Kasih sayang menarik bagi sang wah, seperti obat yang menyembuhkan rasa sakit. Dimana ada rasa sakit, pengobatan mengikuti. Dimana ada tanah yang rendah, ke sana air mengalir. Kalau kau menginginkan air kasih sayang, bersikaplah rendah hati, kemudian minumlah anggur kasih sayang sampai mabuk. Kasih sayang demi kasih mengalir di kepalamu seperti air bah. Janganlah hanya memilih pada satu kasih sayang, wahai anak. Taruhlah langit dibawah kakimu. Dan dengarkan suara musik dari langit di setiap tempat kau berada”

“Kami akan menyembunyikan kebenaran dari orang yang dirundung kesedihan yang menengoknya jatuh dari atas atap, tapi itu tak dapat bersembunyi. Sementara orang yang bodoh tak dapat melihatnya. Cermin hati harus bersih, supaya kau tahu mana yang buruk mana yang indah”

“Ingatlah pepatah: Manusia adalah sekumpulan tambang. Satu tambang mungkin berguna untuk seratus ribu. Satu tambang batu delima dan batu merah dan masih mengendap lebih berharga daripada tambang tembaga yang tak terhitung banyaknya. Wahai Ahmad, kekayaan disini tak ada gunanya! Apa yang diinginkan adalah hati yang penuh cinta, derita dan keluh kesah”

“Kau bisa putus asa menemukan sahabat Tuhan yang sejati, tapi selama harta karun masih ada di dunia ini, janganlah memikirkan barang berharga yang sudah habis musnah. Pergilah kepada setiap darwisy secara acak. kalau kau sudah menemukan seorang wali yang sejati, bersahabatlah dengan dia secara teratur. Kalau mata batin belum memberi jaminan kepadamu. Pikirkan selalu bahwa barang berharga bisa berada pada siapa saja”

“Dengarkanlah dari jantung misteri – misteri! Pahamilah apa yang bisa engkau pahami! Dalam hati bagai batu bersemayam api yang membakar segala selubung menuju akar dan inti. Tatkala semua telah terbakar, hati dapat sepenuhnya memahami riwayat Khidhr dan ilmu Tuhan. Cinta lama akan mengejawantahkan bentuk – bentuk yang selalu baru di antara roh dan hati”

“Tuhan, sungguh rahmat-Mu yang penuh rahasia. Selamatkanlah kami daris egala yang mungkin kami lakukan dengan tangan kami sendiri. Singkapkanlah selubung itu, tapi dangan disobek. Selamatkanlah kami dari ego yang tikamannya sampai ke tulang – tulang kami. Siapakah kalau bukan Kau yang akan menghancurkan rantai – rantai ini? Biarlah kami kembali dari diri kami kepada-Mu, Yang lebih dekat kepada kami daripada kami sendiri. Doa ini pun hanya karena karunia-Mu kepada kami. Bagaimana lagi sebuah taman mawar tumbuh dari timbunan abu ini?”

Demikianlah Kumpulan Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi (Bagian 4). Syair, puisi quotes dan kata cinta lainnya dari Jalaluddin Rumi akan ditulis pada tulisan berikutnya. Semoga bermanfaat bagi kehidupan kita semua :-)

Kumpulan Kata-Kata Mutiara lainnya:

Bagikan

 
Kumpulan Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi (Bagian 4)