Kata Mutiara Cinta Kahlil Gibran Yang Abadi (Bagian 5)

Kata Mutiara Cinta Kahlil Gibran Yang Abadi (Bagian 5)

Kahlil Gibran (1883 – 1931) adalah seorang penyair, seniman dan penulis kelahiran Libanon yang terkenal dengan tulisan – tulisan bertema cintanya yang legendaris. Kahlil Gibran dikenal juga dengan salah satu ‘maestro cinta’ terbesar yang pernah dikenal selain William Shakespeare. Tulisan dan inspirasi dari Gibran sebagian besar merupakan penggabungan budaya asia timur dengan budaya barat setelah dirinya pindah ke Amerika bersama ibu dan kedua adiknya sebagai imigran.  Selain itu Gibran juga sering memasukkan unsur fenomena alam dan sekitarnya kedalam karya – karyanya. Inspirasi tersebut juga konon berasal dari daerah dimana Gibran kecil tinggal yang sering sekali mengalami kejadian alam seperti badai pasir dll.

Terdapat ribuan ungkapan, kata-kata mutiara cinta, puisi cinta Khalil Gibran yang tetap dikenal hingga saat ini dimana sebagian besar mengungkapkan tentang bahasa cinta. Situs kata-kata mutiara akan menuliskan sebagian dari kata mutiara cinta dan puisi cinta Khalil Gibran ke dalam beberapa bagian terpisah. Selamat menikmati :-)

Kata Mutiara Cinta & Puisi Kahlil Gibran Yang Abadi (Bagian 5)

“Wahai sahabat – sahabat masa mudaku dengan nama Perawan Suci aku meminta kepada kalian untuk meletakkan setangkai kembang di atas pusara cintaku, karena dengan itu kalian akan menjaddi fajar, dari malam – malamku yang gelap dan dingin, membawa sinar yang hangat dan menyuguhkan embun penyegar bagi mawarku yang kering”

“Dukacita orangtua yang menyaksikan pernikahan putrinya, sama dengan kebahagiaan yang dirasakan di waktu perkawinan putra laki – lakinya. Karena lelaki selalu membawa anggota baru ke tengah – tengah keluarganya. Sementara perkawinan perempuan membuat hilangnya satu anggota keluarga”

“Kemarin, bagiku engkau seperti seorang saudara, yang dengannya aku tinggal, dan di sini aku duduk di dekatnya dengan sopan dib awah pengawasan ayah. Kau dan aku dapat merasakan kehadiran sesuatu yang lebih manis dari sekedar tali persaudaraan, yaitu percampurang antara cinta dan ketakutan yang memenuhi hatiku dengan penderitaan dan kebahagiaan”

“Tak ada yang lebih indah daripada hari – hari yang dihiasi cinta. Tak ada yang lebih menyakitkan daripada malam-malam yang penuh ketakutan, karena ditinggal cinta”

“Cinta yang terbatas ingin memiliki yang dicintai, tapi cinta yang tak terbatas hanya terbatas menginginkan cinta itu sendiri, cinta yang tumbuh dalam perpaduan kenaifan dan gairan masa muda, memuaskan diri dengan memiliki dan tumbuh dengan pelukan. Tapi cinta yang dilahirkan bersama segala rahasia malam tidak pernah puas dengan apa pun selain keabadian dan kelestarian dan ia hanya membungkuk dan patuh kepada Tuhan”

“Cinta adalah sebuah racun yang mematikan yang dipatukkan ular hitam berbisa, dengan gerak pelan sekali dari gua – gua neraka. Racun tampak segar laksana embun. Jiwa – jiwa kehausan melahapnya dengan tidak sabar, namun setelah itu jiwa – jiwa itu akan keracunan, sakit dan mati. Kematian yang perlahan – lahan”

“Cinta adalah anggur yang dihidangkan oleh pengantin perempuan waktu fajar, yang menguatkan jiwa – jiwa teguh dan memungkinkan mereka menuruni bintang gemintang”

“Cinta adalah cahaya gaib yang dipancarkan dari inti yang membakar jiwa dan menyinari sekeliling bumi. Sehingga memungkinkan kami merasa hidup laksana mimpi indah di antara keterjagaan yang satu dengan yang lain”

“Cinta membuat jalan keras menjadi lunak dan membalikkan kegelapan menjadi cahaya, serta kehormatan yang berada di hadapan jiwa menggalakkannya dari gairah dan keinginannya. Cinta diberikan Tuhan dalam hati. Kehormatan dicurahkan oleh hukum – hukum manusia menuju pikiran”

“Setiap kali mendamba hati lain, hati yang bisa diajak untuk bersama – sama mereguk madu kehidupan dan menikmati kedamaian, sekaligus melupakan penderitaan hidup”

“CInta hanya mengajarkan untuk melindungimu bahkan dari dirimu sendiri. Adalah cinta, yang bebas dari api, yang menahanku dari mengikutimu pergi ke tempat yang jauh. Cinta membunuh hasratku sehingga engkau bisa hidup bebas dan benar. Cinta yang terbatas mencari kepemilikan dari orang yang dicintai, namun cinta yang tak terbatas hanya mencari dirinya”

“Jiwa yang penuh penderitaan menemukan ketenteraman saat disatukan dengan jiwa lain serupa. Mereka saling memeluk dgan mesra, seperti orang asing yang terhibur tatkala melihat orang asing lain di tempat yang jauh. Hati yang dipersatukan melalui perantaraan duka cita tidak akan terpisahkan oleh semaraknya kebahagiaan. Cinta yang dibasuh dengan air mata akan suci dan indah selamanya”

“Hidup manusia tidaklah bermula dari dalam kandungan dan tidak pernah berakhir di liang kubur. Dan cakrawala yang penuh oleh rembulan dan bintang – bintang ini tidaklah ditinggalkan oleh jiwa yang mencintai dan roh – roh yang berdasarkan gerak nurani”

“Rasa cinta adalah hiburanku yang kala malam mendendangkan lagu – lagu kebahagiaan, membangunkanku di kala fajar, untuk mengungkap makna hidup. Cinta yang dianugerahkan oleh Tuhan dan terbebas dari rasa dengki karena harta, tak pernah menyakiti raga karena ia ada dalam jiwa. Ia adalah pertalian kokoh yang memandikan jiwa dalam ketabahan, yang mengisi jiwa dengan karunia. Kelembutan hati yang menciptakan harapan tanpa membingungkan jiwa. Keelokan yang mengubah bumi menjadi surga dan mengubah kehidupan ini menjadi mimpi indah”

“Kekasihku, aku ingin engkau mencintaiku sebagai seorang penyair yang mencintai pikiran – pikiran yang selalu sedih. Aku ingin engkau mengingatku seperti musafir yang mengingat sebuah danau tenang di mana ia melihat bayang – bayang wajahnya terpantul, sebelum ia meneguk airnya. Aku ingin engkau mengingatku seolah – olah engkau seorang ibu yang tidak bisa melupakan putrinya yang mati saat ia masih kecil, sebelum ia mampu melihat cahaya”

“Orang – orang yang oleh cinta tidak diberi sayap tidak akan bisa terbang di balik awan untuk melihat dunia magis, di mana jiwaku dan jiwa kekasihku hidup bersama – sama di satu kebahagiaan yang menyedihkan. Mereka yang tidak dipilih oleh cinta mendengarkan ketika cinta memanggil-manggil”

“Seorang lelaki setengah baya, tubuhnya rapuh, wajahnya gelap. Dengan mendesah, dia berkata, “Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah. Aku mewarisinya dari manusia pertama.”

“Seorang pemuda dengan tubuh yang kuat dan besar, dengan suara seperti nyanyian, berkata “Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang ditumbuhkan dalam diriku, yang  menghubungkan masa sekarang ke generasi masa lalu dan yang akan datang.”

“Cinta adalah racun mematikan, nafas ular hitam berbisa yang menderita di neraka, terbang melayang dan berputar menembus langit sampai dia jatuh tertutup embun, hanya untuk diminum oleh roh – roh yang haus. Kemudian mereka akan mabuk untuk beberapa saat, diam selama satu tahun, dan mati untuk selamanya”

“Seorang gadis berpipi kemerahan berkata sambil tersenyum, “Cinta itu seperti air mancur yang airnya digunakan pengantin roh untuk dicurahkan ke dalam roh-roh mereka yang kuat, yang membuat mereka bangkit dalam doa di antara bintang – bintang malam hari dan menyenandungkan nyanyian – nyanyian pujian di hadapan matahari siang hari.”

kata mutiara cinta kahlil gibran

Demikianlah kumpulan Kata Mutiara Kahlil Gibran .Semoga memberi inspirasi dalam kehidupan kita semua :-)

Kumpulan kata-kata mutiara lainnya mengenai:

Bagikan

 
Kata Mutiara Cinta Kahlil Gibran Yang Abadi (Bagian 5)
200 OK

OK

The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.

Please contact the server administrator, webmaster@kata-kata-mutiara.artikelbahasaindonesia.org and inform them of the time the error occurred, and anything you might have done that may have caused the error.

More information about this error may be available in the server error log.

Additionally, a 500 Internal Server Error error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.