Kata Mutiara Cinta Kahlil Gibran Yang Abadi (Bagian 2)

 

Kata Mutiara Cinta Kahlil Gibran Yang Abadi (Bagian 2)

Kahlil Gibran (1883 – 1931) adalah seorang penyair, seniman dan penulis kelahiran Libanon yang terkenal dengan tulisan – tulisan bertema cintanya yang legendaris. Kahlil Gibran dikenal juga dengan salah satu ‘maestro cinta’ terbesar yang pernah dikenal selain William Shakespeare. Tulisan dan inspirasi dari Gibran sebagian besar merupakan penggabungan budaya asia timur dengan budaya barat setelah dirinya pindah ke Amerika bersama ibu dan kedua adiknya sebagai imigran.  Selain itu Gibran juga sering memasukkan unsur fenomena alam dan sekitarnya kedalam karya – karyanya. Inspirasi tersebut juga konon berasal dari daerah dimana Gibran kecil tinggal yang sering sekali mengalami kejadian alam seperti badai pasir dll.

Terdapat ribuan ungkapan, kata-kata mutiara cinta, puisi cinta Khalil Gibran yang tetap dikenal hingga saat ini dimana sebagian besar mengungkapkan tentang bahasa cinta. Situs kata-kata mutiara akan menuliskan sebagian dari kata mutiara cinta dan puisi cinta Khalil Gibran ke dalam beberapa bagian terpisah. Selamat menikmati :-)

Kata Mutiara Cinta & Puisi Kahlil Gibran Yang Abadi (Bagian 2)

kata mutiara cinta kahlil gibran

“Rasa cinta dan sayang yang kita eluskan ke hati orang yang kesulitan justru lebih tinggi nilainya daripada kebaikan yang tersembunyi di bilik – bilik peribadatan”

“Musuh berkata padaku, “Cintailah musuhmu” Dan aku mematuhinya serta mencintai diriku”

“Jiwaku berkata padaku dan menasehatiku agar mencintai semua orang yang membenciku, dan berteman dengan mereka yang memfitnahku. Jiwaku menasehatiku dan mengungkapkan kepadaku bahwa cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai, tetapi juga orang yang dicintai. Sejak saat itu bagiku cinta ibarat jaring laba – laba di antara dua bunga yang dekat satu sama lain. Cinta menjadi tanpa lingkaran cahaya yang tanpa awal dan tanpa akhir”

“Seseorang yang menerima memang tidak menginsafi apa yang diterimanya, tapi seseorang yang memberi dengan tulus dan menanggung beban dari kesadaran dirinya sendiri, akan menginsafi bahwa apa yang diberikannya dimaksudkan demi cinta persaudaraan, dan ke arah pertolongan yang bersahabat, bukan untuk pemuliaan diri”

“Keraslah kehidupan orang yang menginginkan kematian tetapi terus hidup demi mereka yang dicintainya”

“”Aku telah mencintai semua orang, banyak sudah aku mencintai mereka. Dalam pandanganku ada tiga jenis manusia yang aku cintai; Pertama, karena keputusasaan; Kedua, karena kedermawanan; Ketiga, karena pengertian”

“Mereka katakan jika orang memahami dirinya, dia memahami semua orang. Tetapi aku katakan padamu, apabila orang mencintai seseorang, dia belajar sesuatu mengenai dirinya sendiri”

“Kuingatkan padamu, janganlah bertarung untuk merebut singgasana cinta, karena cinta dan keindahan selalu akan tunduk dalam damai”

:Ingatlah ketika cinta memandang, ia adalah sebuah penyakit antara daging dan tulang, dan hanya ketika masa muda telah lewat, rasa sakit akan memberi kekayaan dan penderitaan membawa pengetahuan”

“Kucintai desa kelahiranku dengan sebagian cintaku untuk negeri, kucintai negeriku dengan sebagian cintaku untuk bumi”

“Kucintai dirimu karena kebenaran, yang kau timba dari khasanah ilmu, sedangkan kebenarannya masih tertutup bagiku, karena aku dungu. Namun kuhormati kebenaran itu sebagai unsur Illahi, langkah yang bersifat rohani. Kebenaranmu akan bertemu kebenaranku, dalam alam tanpa tepi yang menjelang, lalu berpadu meramu diri bagaikan semerbak harum bunga, lalu menjadi kebenaran tunggal dan abadi, dalam kehidupan abadi cinta kasih dan keindahan”

“Ketika dua orang saling mencinta, mereka harus seperti bunga teratai masing – masing membuka kelopaknya satu demi satu, menunjukkan hati emasnya tidak erat tertutup, agar membias di kolam, pohon – pohon dan langit. Padahal terlalu banyak manusia yang hatinya tertutup”

“Mencintai adalah masalah penting bagi manusia. Bila kita mampu mengurai cinta, maka hakekat cinta akan berubah menjadi sesuatu, itulah kenyataan cinta. Cinta memang tidak mudah untuk dimengerti”

“Cinta ada di dalam jiwa sendiri, bukan di dalam raga, dan laksana anggur, cinta membangkitkan diri kita untuk menerima Cinta Illahi”

“Sekarang masjid dan gereja – gereja juga batu Ka’bah, Qur’an dan Injil bahkan tentang seorang martir, semua ini bisa diterima hatiku karena agamaku adalah cinta dan hanya cinta”

“Apabila engkau mencintai, janganlah berkata; “Tuhan ada di dalam hatiku” Tetapi sebaiknya engkau merasa: “Aku berada di dalam Tuhan” Dan juga jangan mengira, bahwa engkau dapat menentukan arah jalannya cinta, karena cinta apabila telah memilihmu, dia akan menentukan perjalanan hidupmu”

“Memang benar bahwa di dunia akan cukup tangkas mengecam Anda sebagai orang gila karena berjalan berlawanan dengan dunia. Dan anda tidak akan heran jika anak – anak dunia menertawakan anda. Karena jalan pada cinta Tuhan adalah ketololan bagi dunia, tetapi bagi anak – anak Tuhan inilah kebijaksanaan. Karena itu, manakala merasakan api suci dari anak – anak Tuhan ini, dunia langsung berubah jadi tolol dan melupakan diri mereka sendiri. Tetapi bagi anak – anak Tuhan, hal yang dianggap rendah oleh dunia adalah harta terbesar”

“Waspadalah, saudaraku tercinta, terhadap pemimpin yang berkata; “Kecintaan kepada kehidupan mewajibkan kami mengambil hak rakyat kami” Karena itu kepadamu aku berkata bahwa membela hak orang lain merupakan insan yang terluhur, dan apabila dihadirkan di bumi membuatku harus membunuh sesama umat, maka kematian kupilih sebagai kehormatan”

“Tuhan telah membangkitkan jiwa kalian di dalam kehidupan ini bagaikan cahaya yang bersinar. Ia tumbuh dengan makrifat dan akan semakin mempesona karena mengetahui rahasia – rahasia siang dan malam, lalu mengapa kalian menaburinya dengan abu agar padam? Tuhan telah memberi jiwamu sayap, agar dapat terbang melayang – layang di angkasa cinta dan kebebasan. Lalu mengapa kalian mencampakkan sayap – sayap itu dengan tanganmu sendiri, lalu kalian merayap seperti binatang di permukaan bumi?”

“Dia mencari penyatuan bersamaku di istanan kejayaan, yang dia bangun diatas tengkorak kelemahan, atau dalam emas dan perak. Tetapi aku akan muncul padanya di rumah sederhana yang dibangun Tuhan, di atas gundukan arus – arus perasaan. Kekasihku mencintaiku dan mencariku dalam ciptaan – ciptaannya, tetapi dia hanya akan menemukanmu dalam ciptaan – ciptaan Tuhan”

—–

Demikianlah kumpulan Kata Mutiara Kahlil Gibran .Semoga memberi inspirasi dalam kehidupan kita semua :-)

Kumpulan kata-kata mutiara lainnya mengenai:

 

Bagikan

 
Kata Mutiara Cinta Kahlil Gibran Yang Abadi (Bagian 2)
200 OK

OK

The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.

Please contact the server administrator, webmaster@kata-kata-mutiara.artikelbahasaindonesia.org and inform them of the time the error occurred, and anything you might have done that may have caused the error.

More information about this error may be available in the server error log.

Additionally, a 500 Internal Server Error error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.