Kata Mutiara Dan Kata Bijak Dalai Lama XIV

Kata Mutiara Dan Kata Bijak Dalai Lama XIV

Kata Bijak Dalai LamaDalai Lama XIV (lahir 1935) adalah seorang pemimpin rakyat di Tibet. Dalai Lama juga merupakan pemimpin spiritual dunia, seorang biksu juga aktivis perdamaian dunia, anti kekerasan yang meraih Nobel pada tahun 1989. Dalai Lama dikenal sebagai seorang pribadi yang hangat dan selalu tersenyum kepada siapa saja dengan ceramah – ceramahnya yang mencerahkan. Orang yang bernama asli Tenzin Gyatso ini diangkat menjadi pemimpin spiritual sejak usia 15 tahun berdasarkan wasiat reinkarnasi yang ditinggalkan oleh Dalai Lama XIII sebelum meninggal.

Disinilah salah satu keunikan negara Tibet yang pemimpinnya diangkat secara turun – temurun melalui wasiat reinkarnasi. Pada umumnya, saat seorang Dalai Lama sudah mendekati penghujung masa jabatan atau usianya, mereka akan meninggalkan catatan khusus kepada orang terdekat atau murid – muridnya dimana mereka dapat menemukan reinkarnasi Dalai Lama berikutnya. Ciri-ciri yang ditinggalkan dapat berupa: tanda fisik, lokasi kelahiran, tahun kelahiran, dsb. Dan umumnya, catatan yang ditinggalkan akan selalu tepat!

Kata Mutiara Dan Kata Bijak Dalai Lama XIV

Berikut adalah koleksi kata-kata mutiara dan kata bijak Dalai Lama XIV :-)

“Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang telah tercipta. Kebahagiaan datang dari tindakan anda”

“Inilah agama sederhanaku. Tak perlu ada kuil, tak perlu ada filosofi rumit. Pikiran dan hati kita adalah kuilnya, dan filosofinya adalah kebijaksanaan”

“Jadilah baik kapanpun itu memungkinkan. Karena hal itu selalu saja memungkinkan”

“Tujuan utama kita dalam hidup ini adalah menolong orang lain. Dan jika anda tak bisa menolong mereka, setidaknya jangan menyakiti mereka”

“Teman-teman lama berlalu, teman-teman baru muncul. Seperti halnya hari yang kita lalui. Hari kemarin berlalu, hari baru datang menyambut. Hal terpenting adalah membuatnya berarti: persahabatan yang berarti – atau hari-hari yang berarti”

“Sangatlah penting untuk mengembangkan perilaku baik dan hati yang baik semampu kita. Melalui hal ini, kebahagiaan jangka pendek dan jangka panjang untuk diri sendiri dan orang lain akan datang”

“Semua tradisi agama pada dasarnya membawa pesan yang sama, yaitu cinta, kasih sayang dan pengampunan. Tetapi yang penting adalah mereka harus menjadi bagian dalam kehidupan sehari – hari”