Kata Bijak Master Cheng Yen

Kata Bijak Master Cheng Yen

Kata Bijak Master Cheng YenMaster Cheng Yen dikenal sebagai pendiri yayasan kemanusiaan Buddha Tzu Chi yang tersebar secara meluas di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Master Cheng Yen lahir di Taiwan pada tahun 1937 dengan nama asli Wang Jinyun. Masa kecilnya dilalui dengan kehidupan yang sulit dimana perang dunia II sedang terjadi pada saat itu.

Master Cheng Yen melihat dengan kepala sendiri bagaimana kotanya porak poranda oleh bom dari tentara jepang. Di usianya yang baru delapan bulan, ia sudah harus menjaga kakaknya di rumah sakit selama 8 bulan, belum lagi ayahnya yang harus meninggal akibat pendarahan otak.

Berangkat dari penderitaan yang dialami olehnya dan banyak orang akibat peperangan lah yang melatar belakangi cita – citanya untuk mendirikan Yayasan Tzu Chi. Yayasan ini bukan saja menolong manusia dari bencana alam dan korban perang, tetapi juga membantu biaya pengobatan maupun bantuan tenaga dari relawan mereka tanpa memandang golongan dan agama.

Berikut ini adalah Kata Bijak Master Cheng Yen dan Kata-Kata Mutiara Master Cheng Yen yang ditulisnya dalam sebuah karya tulis berjudul “108 Kata Perenungan

Kata Bijak Master Cheng Yen

“Orang bodoh membangun tembok pemisah dalam hatinya, orang bijaksana merobohkan tembok pemisah tersebut dan hidup berdampingan secara damai dengan orang lain”

“Kesuksesaan yang paling besar dalam hidup adalah bisa bangkit kembali dari kegagalan”

“Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam kehidupan: Berbakti kepada orang tua dan melakukan kebajikan”

“Jika ingin meningkatkan kebijaksanaan, kita mesti membebaskan diri dari sifat kemelekatan dan keraguaan”

“Cita-cita boleh saja tinggi dan jauh kedepan, namun langkah yang diperlukan untuk itu, harus diterapkan sejak sekarang”

“Jangan mengenang terus jasa yang telah diberikan, jangan melupakan kesalahan yang pernah dibuat. Lupakanlah dendam yang ada di dalam hati, namun jangan melupakan budi baik yang pernah diterima”

“Keinginan yang berlebihan, selain mendatangkan penderitaan juga menggiring orang melakukan perbuatan yang medatangkan karma buruk”

“Jangan takut terdorong oleh orang-orang yang lebih mampu dari kita. Karena dorongan tersebut akan memberi semangat untuk terus maju”

“Orang tidak mempunyai hak milik atas nyawanya, melainkan hanya memiliki hak untuk menggunakannya”

“Tetesan air dapat membentuk sebuah sungai, kumpulan butiran beras bisa memenuhi lumbung. Jangan meremehkan hati nurani sendiri, lakukanlah perbuatan baik meskipun kecil”

“Lahan batin manusia bagaikan sepetak sawah, bila tidak ditanami dengan bibit yang baik, tidak akan bisa menuai hasil yang baik”

“Orang berbudi luhur mempunyai tujuan hidup, sedang orang yang berpikiran sempit menganggap hidup sebagai tujuan.”

“Sertakan saya dalam perbuatan baik, jangan libatkan saya dalam perbuatan jahat.”

“Anggaplah segala permasalahan sebagai pelajaran, pujian sebagai peringatan untuk mawas diri.”

“Dengan memiliki keyakinan, keuletan dan keberanian, tidak ada hal yang tidak berhasil dilakukan didunia ini.”

“Orang harus menyayangi diri sendiri baru dapat mencintai orang diseluruh dunia.”

“Dalam mengatasi berbagai masalah hendaknya berhati-hati, cermat, namun jangan berpikiran sempit.”

“Tidak perlu merasa khawatir atas banyaknya masalah, yang perlu di khawatirkan hanya masalah yang sengaja dicari-cari”

“Hendaknya kita menyadari, mensyukuri, dan membalas budi orang tua.”

“Jika enggan mengerjakan hal kecil, maka kita pun akan sulit menyelesaikan tugas besar.”

“Ikrar harus luhur, tekad harus kokoh, kepribadiaan harus lemah lembut, dan hati harus peka.”

“Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.”

“Keserakahan, kebencian, dan kebodohan merupakan 3 racun dalam kehidupan manusia. Atasi keserakahan dengan berdana, kebencian dengan hati yang welas asih, dan atasi kebodohan dengan kebijaksanaan.”

“Penyesalan adalah pengakuaan dari hati nurani, dan dapat juga dikatakan sebagai pembersihan terhadap kekotoran batin.”

“Berdana bukanlah hak khusus yang dimiliki orang kaya, melainkan merupakan perwujudan dari sebuah cinta kasih yang tulus.”

“Hidup manusia tidak kekal. Bersumbangsihlah pada saat anda dibutuhkan, dan lakukanlah selama anda bisa melakukannya.”

“Jadilah orang yang tidak mengandalkan kekuasaan, status sosial, dan harta kekayaan dalam menjalani hidup.”

“Malapetaka dan bencana yang melanda dunia, sebahagian besar merupakan hasil perbuatan orang yang sehat jasmaninya namun cacat rohaninya.”

“Memaafkan orang lain berarti berlaku baik pada diri sendiri.”

“Ada tiga “TIADA” didunia ini. Tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, dan tiada orang yang tidak bisa saya maafkan.”

“Pikiran dan perilaku kita sendiri yang menciptakan dan menentukan surga dan neraka”

“Sumber penderitaan manusia ada 3 yaitu: Keserakahan, kebencian, dan kebodohan.”

“Penyakit pada tubuh tidaklah menakutkan, batin yang sakit justru lebih mengerikan.”

“Kebijaksanaan diperoleh dari bagaimana seseorang menghadapi masalah dalam hidupnya. Apabila ia menghindar dari masalah yang ada, maka ia pun tidak akan dapat mengembangkan kebijaksanaanya.”

“Sumber dari kerisauan hati adalah keinginan manusia untuk selalu “Memiliki”.

“Ada sebagian orang yang sering merasa risau, akibat perkataan buruk orang lain yang sebenarnya tidak perlu dihiraukan”

“Keserakahan”, selain membawa penderitaan, juga akan menjerumuskan manusia kedalam penderitaan”

“Sebelum mengkritik orang lain, pikirkan dahulu apakah kita sendiri telah sempurna dan bebas dari kesalahan”

“Setiap hari merupakan lembaran baru dalam kehidupan kita, setiap orang dan setiap hal yang ada didalamnya merupakan kisah-kisah yang menarik.”

“Bila kita selalu ragu dan tidak memiliki tekad kuat, walaupun jalan yang benar telah terbentang didepan mata, kita tetap tidak akan pernah sampai ketempat tujuan”

“Orang yang paling berbahagia adalah orang yang penuh dengan cinta kasih”

“Dengan menjaga tutur kata dan bersikap baik, maka kita akan menjadi orang yang disenangi dan dicintai orang lain

“Mengernyitkan dahi dan tersenyum, keduanya sama-sama merupakan ekspresi. Mengapa tidak tersenyum saja ?

“Hati hendaknya bagaikan bulan purnama yang bersinar terang. Hati hendaknya juga seperti cakrawala luas dengan langit yang cerah.”

“Niat baik yang tidak dilaksanakan sama halnya seperti bertani tanpa menabur benih. Hal ini hanya menyia-nyiakan kesempatan baik yang ada.”

“Setiap hari kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada orang tua dan semua mahkluk. Jangan melakukan sesuatu yang mengecewakan mereka.”

“Memberi dan melayani jauh lebih berharga dan membahagiakan daripada diberi dan dilayani.”

“Tidak peduli seberapa jauh jalan yang harus ditempuh dan selalu berusaha sebaik mungkin mencapai tujuan dengan kemampuan yang dimiliki. Inilah yang disebut keuletan.”

“Orang yang paling berbahagia adalah orang yang mampu mencintai dan dicintai orang lain.”

“Sebaik apapun hati seseorang, bila tabiat dan tutur katanya tidak baik, maka ia tidak dapat dianggap sebagai orang baik.”

“Kasih sayang yang mengharapkan pamrih tidak akan bertahan lama. Yang akan bertahan selamanya adalah kasih sayang yang tak berwujud, tak bernoda dan tanpa pamrih.”

“Cinta kasih harus bagaikan seduhan teh wangi dengan komposisi yang pas. Bila terlalu pekat akan terasa pahit dan kita tidak dapat meminumnya.”

“Hadiah paling berharga didunia ini adalah hadiah berbentuk maaf.”

“Bertutur dengan kata yang baik, berpikir dengan niat yang baik dan lakukanlah perbuatan baik.”

“Jangan menggangap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tak terhingga.”

“Kesuksesan hidup selama puluhan tahun merupak